Sosialisasi Pembangunan Penangkapan Resapan Air Di Kali Songo; "Warga Mbegot".

Hari ini, 15 Januari 2013, di balai Desa Karanggandu telah diadakan Sosialisasi Rencana Penangkapan Air di kawasan Kali Songo. Hadir dalam acara tersebut Camat Watulimo, Hadi Suripto (Perwakilan dari PDAM kab. Trenggalek, kepala desa Karanggandu, para perangkat desa Karanggandu, BPD desa Karanggandu, RT dan RW dusun Gandu dan tokoh-tokoh masyarakat di dusun Gandu lainnya. Setelah berdiskusi selama kurang lebih Tiga jam, belum ada kesepakatan antara warga masyarakat dengan rencana PDAM kab, Trenggalek tersebut, mengapa?

DARI KIRI; PERWAKILAN PDAM KAB. TRENGGALEK, CAMAT WATULIMO, SEKCAM DAN KEPALA DESA KARANGGANDU
Mengapa warga masyarakat menolak Pembangunan Penangkapan Air di Kali Songo? "Karena jika musim kemarau tiba dibit air di kawasan Kali Songo menurun, sehingga sawah seluas 50 ha milik warga masyarakat tidak bisa di garap semua", demikian ungkap Damis, warga dusun Gandu.
Sebelumnnya, sebagaimana yang disampaikan oleh Hadi Suripto, Perwakilan PDAM kab. Trenggalek, bahwa pihaknya telah melakukan penelitian terhadap dibit air di kawasan Sangklatan (Kali Songo) dengan hasil 60 liter per detik pada saat musim kemarau. Dari dibit air tersebut pihaknya bermaksud membangun pipa untuk disalurkan di kawasan wisata pantai Prigi dan Pasir Putih. Volume dibit air yang akan disalurkan ke pipa dengan ukuran 6 Inchi tersebut adalah 10 liter per detik. Dengan asumsi bahwa masih banyak sisa volume air Kali Songo yang luber ke laut setelah di gunakan untuk irigasi area persawahan, Hadi Suripto berharap masyarakat memberikan ijin akan adanya pipanisasi tersebut.

 REMBUG SANGAT ALOT

Namun asumsi tersebut masih di bantah oleh Ispangi, salah seorang perangkat desa Karanggandu. Ispangi menyatakan bahwa ketika musim kemarau tiba, area persawahan di sekitar dusun Complongan yang notabenenya dekat dengan kawasan  Kali Songo juga tidak bisa di garap. Setelah diskusi panjang akhirnya muncul berbagai usulan di antaranya, pihak PDAM kab. Trenggalek akan mengurangi volume air yang dialirkan ke pipa jika musim kemarau datang. PDAM Trenggalek juga akan memanfaat sumur bor yang ada untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat di kawasan wisata pantai Prigi dan Pasir Putih.
Camat Watulimo, dalam diskusi tersebut menyampaikan pesan, "lebih baik geger di depan dari pada geger dibelakang". Maksudnya lebih baik kisruh di depan (dalam musyawarah) dari pada kisruh di belakang (setelah pipanisasi dikerjakan). Selain itu Camat juga menyampaikan pesan, "pembangunan harus memperhatikan kelestarian lingkungan hidup", demikian pesannya di sela-sela diskusi. Selanjutnya dengan tegas Camat ngatakan, "Pembangunan jangan dilakukan dulu, karena masyarakat belum memberi keputusan".
Paguyuban Trisno Kali Songo, melalui ketuanya juga mengusulkan agar pihak PDAM Trenggalek melakukan kaji ulang terhadap rencana pipanisasi dengan mengambil air dari kawasan Kali Songo, sebagaimana  keluh kesah warga masyarakat bahwa dibit air Kali Songo tidak mencukupi kebutuhan irigasi area sawah seluas 50 ha di dusun Gandu saat musim kemarau tiba. Selain itu dia juga mengusulkan agar masyarakat juga menjaga kelestarian lingkungan khususnya di kawasan sumber mata air Kali Songo. 
    

Tidak ada komentar: