Mengapa Air Sungai Itu Keruh

Warna air sungai di banyak tempat saat musim hujan begini kuning apa keruh ya? Saat aku melakukan perjalan dari Trenggalek ke Ponorogo aku berhenti di perbatasan. Tepatnya di tikungan tajam yang teduh. Di sini sangat sejuk karena banyak pohon besar yang tumbuh di sisi jalan. Suasana makin asyik dengan warung kopi di salah satu sudut tikungan. Seperti gambar di bawah ini:

 Tikungan Tuduh Perbatasan Trenggalek-Ponorogo


Di sisi lain ada patung Reog dan barisan Warog Ponorogo dengan simbol-simbol kesahajaa, keperkasaan, kesatuan, dan mistisisme seni tingkat tinggi. Patung tersebut tepat diperbatasan Trenggalek - Ponorogo. Saya membayangkan, kok pinter temen sing gawe patung iki rek! Siapa ya seniman pembuat patung itu? Patungnya seperti gambar di bawah ini.
 
Patong Di Perbatasan Trenggalek-Ponorogo

Namun di sisi lain, mataku menatap bukit yang hijau royo-royo karena di guyur hujan beberapa bulan terakhir. Dan saat ini, saat aku melakukan perjalanan pada bulan Januari 2013 hujan masih sering turun dan airnya menjelma menjadi kuning atau keruh saat menggenangi badan sungai. Bahkan dari kejauhan aku meluhat sungai ditebing bagai selendang ronggeng. Sungai itu warna airnya juga kuning atau keruh. Mengapa demikian? karena ternyata pepohonan di bukit tersebut mulai jarang. Sehingga saat air hujan menyentuh tanah secara langsung dia membawa tanah dan ranting-ranting pohon yang berserakan di bebukitan menuju sungai. Akhirnya sungainya keruh dan banjir. Jangan tanya salah siapa ketika banjir bandang dan tanah longsir datang bertubi-tubi. Seperti di bawah ini gambar sungai serupa selendang ronggeng di bukit itu.

Sungai di Bukit Bagai Selendang, Tapi Keruh

Tidak ada komentar: