Mancing Di Sungai Tanpa Ikan

Sungai menjadi tempat yang asyik untuk bermain saat kita masih kecil. Mandi di sungai memancing atau bermain apa saja saat kita masih kecil tetaplah mengasyikkan. seperti gambar di bawah ini. Dua orang anak kecil menikmati permainan siangnya dengan mancing di sungai dekat rumahnya, Desa Prigi kecamatan Watulimo Trenggalek.

Asyiknya Tiada Tara
Namun sayang, ketika saya tanya, "apakah dapat ikan dik?", sambil tersenyum dan meringis menahan panas terik matahari mereka menjawab, "tidak dapat mas". Saat aku ambil fotonya mereka malu-malu kucing. Lalu saya pergi meninggalkan mereka. Merekapun nampaknya juga pulang karena tidak seekor ikanpun yang mereka dapat.

Sungai tempat dua anak itu memancing sesungguhnya tidak layak untuk tempat mancing. Karena tidak ada ikan yang mampu bertahan di sungai itu. Sungai itu penuh limbah pindang jika musim pemindangan tiba. Warna limbah pindang tersebut hitam negkilat dan baunya lumayan tidak sedap.

Apa boleh dikata, hak ikan hidup di sungai tersebut di rampas. Ikan-ikan di sungai tersebut tidak lagi bisa melanjutkan keturunannya dan beranak pinak. Keasyikan anak-anak pun direnggut. Tidak ada penanganan limbah. Semua mengalir begitu saja.
Blog Advertising

2 komentar:

eNdbYie's BloGER mengatakan...

jika musim ikan pindang sepanjang sungai itu airnya menjadi berubah warna yah mas???coba tampung limbah ditempat tertentu mas lalu treatment selanjutnya dengan menggunakan tumbuhan air seperti gulma itik,dan eceng gondok.

kalisongo mengatakan...

wah..... musti diajarin de...... what a way?