Merencanakan Membuat Paguyuban Tresno Kali Songo I

Tidak semua orang yang dekat dan memanfaatkan air dan sungai saban hari menyadari betapa pentingnya air atau sungai tersebut. Menyadari saja tidak,  apalagi merawat atau menjaganya. Hem... setelah mengikuti training hidrologi di jogjakarta (kampus UGM), 16-21 desember 2011 barulah saya menyadari betapa pentingnya melakukan penjagaan terhadap air dan sungai atau kali di kampungku sendiri.
Sepulang dari Jogyakarta aku coba mensosialisasikan arti penting air dan sungai serta rencana pembentukan paguyuban. Mula-mula aku obrolkan dengan teman-teman dekatku di warung kopi. Saat malam mulai turun di emperan rumah, terhadap teman-temanku yang main ke rumah, rencanaku membentuk paguyuban juga aku sampaikan. Tak satu pun dari mereka mendukung rencanaku membuat paguyuban yang memiliki visi menjaga dan merawat sungai agar tetap bersih. 
Mereka bahkan mencemooh, mentertawakan bahkan mengejek, "kayak ndak ada kerjaan saja", demikian sebagian besar kata mereka setelah aku menguraikan gagasanku tentang pembentukan paguyuban pencinta sungai. Hampir pustus asa rasanya aku. Namun Tuhan mengirim-kan motivator buatku, dia adalah mbak Rita Mustikasari (Itok -demikian orang-orang dekatnya menyapa). 

MBAK ITOK

Motivasi mbak Itok membuat aku tetap semangat untuk terus maju membentuk paguyuban. Dan... Segala puji Bagi Allah SWT, pada tanggal 25 Desember 2011 datanglah 3 orang teman ke rumah-ku. Selepas sholat mahrib salah seorang temanku SMS bahwa dia mau datang ke rumahku. Setelah obrolah di mulai... sambil minum segelas kopi berdua, aku sampaikan kepada temanku ini soal air dan sungai di kampung kami. Pembicaraanku sekenanya, //tentang hakikat air, hakikat sungai, mengapa orang nggak peduli sungai, mengapa orang buang sampah di sungai, buang air besar di sungai dll//, sampai akhirnya temanku setuju seandainya kami membentuk paguyuban. Tak selang lama, dua orang temanku datang lagi. Obrolan tentang air dan sungai terus kami lanjutkan. Dan Alhamdulillah.... ke Dua temanku inipun sepakat andai kami membuat paguyuban yang akhirnya kami beri nama Trisno Kali Songo. Inilah teman-teman ku itu;

al_malik Nur Zain
 Pendi (kiri) - Parmanto (kanan menggepit sebatang rokok)
Untuk merealisasikan tujuan kami, kami masih akan ngobrol-ngobrol bareng lagi. Sambil merefleksikan tentang air dan sungai di kampung kami (Kali Song). Semoga tujuan kami memperoleh banyak dukungan baik dari masyarakat di kampung kami maupun semua orang yang terbuka ruang di hatinya kecintaannya terhadap air dan sungai.


2 komentar:

si beunteur mengatakan...

Jangan menyerah Mas ... maju terus pantang mundur! Kata orang, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang berusaha mencapainya. Jadi walau disebut wong gendheng, jangan kuatir suatu saat sampeyan bertiga Insya Allah bisa sukses.

kalisongo mengatakan...

Terimakasih mbka atas motivasinya.... semoga kami tetap konsisten dalam mengawal mimpi kami untuk mewujudkan kesadaran kominitas pengguna air di kampung kami.