Encih Kali Songo

Selain ikan, kepiting, udang dan penghuni sungi lainnya, ada satu lagi yang hidup di DAS Kali Songo. Orang-orang di kampung kami memberi nama encih. Serupa keong. Ya... mungkin orang menjuluki hewan ini keong. Saat-saat tertentu, tiba-tiba Kali Songo banyak sekali encih-nya. Masyarakat setempat biasa mencari dan memasak encih. Karena rasanya enak sekali jika di rebus lalu di goreng. Serupa ini encih-nya;

Huda, Menunjukkan Encih-nya

Di-bening air Kali Songo Encih-Encih Itu Beranak Pinak
Selama ini, karena laut sedang musim ikan biasanya masyarakat acuh dengan encih.. Namun jika di laut sedang tidak musim ikan biasanya masyarakat setempat mencari encih sebagai lauk makan. Untuk memasak encih tidaklah sulit. Tinggal di rebus sampai masak, kemudian daging encih dikeluarkan dari rumahnya. Di goreng lagi dengan bumbu sesuai selera atau langsung di makan juga enak asal saat merebusnya dikasih garam. Namun jangan lupa ada kotoran encih dan cangkang yang musti di bersihkan.

Mengingat encih dapat dijadikan alternatif untuk lauk, seharusnya masyarakat setempat juga memiliki kepedulian terhadap keberadaan encih. Namun selama ini karena keberadaan encih seolah-olah ada begitu saja di sungai saat musim encih tiba, masyarakat seolah tak lagi mau peduli. Mereka masih suka mengotori sungai dengan membuang sampah plastik dan sampah-sampah lainnya ke badan sungai. Semoga esuk atau lusa setelah paguyuban Tresno Kali Songo mengagendakan bersih sungai dalam waktu dekat, masyarakat mulai peduli dan turut menjaga secara bersama-sama kebersihan sungai yang mengalir di kampung kami.

Tidak ada komentar: